tania anak manja

July 22nd, 2014 No comments

Mau Suntik Yang Besar atau kecil ?

July 22nd, 2014 No comments

lusi manis

July 21st, 2014 No comments

Tante Semok

July 21st, 2014 No comments

BE L’oreal Bandung

July 21st, 2014 No comments

Di Rapetin

July 21st, 2014 No comments

Atasnya Doang

July 21st, 2014 No comments

[REPOST] Beres Manggung

July 21st, 2014 No comments

Minum susu Binor

July 21st, 2014 No comments

Jajakan PSK di Bawa Umur, Papi Darma Terancam 15 Tahun Penjara – Surya

July 21st, 2014 No comments

SURYA Online, SURABAYA – Seorang pemuda berusia 22 tahun harus melakoni persidangan. Pemuda bernama Surya Fitriawan Guna Darma ini terancam hukuman maksimal 15 tahun, karena menjadi penyedia jasa PSK bawah umuur lewat jejaring sosial dan online melalui BlackBerry Messenger (BBM).

Pada sidang di PN Surabaya, majelis hakim yang diketuai Sukadi meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Agus Oktavianto membaca berkas dakwaan. Tak lama, JPU dari Kejari Surabaya ini mengurai bahwa terdakwa yang tinggal di Perum Rewwin Waru Sidoarjo ini didakwa melakukan trafficking pada anak bawah umur.

“Terdakwa didakwa melakukan perekrutan dengan tujuan mengeksploitasi orang,” paparnya di hadapan majelis hakim, Senin (21/7/2014).

Diuraikan, berdasarkan berkas dakwaan, maka JPU menjerat Surya dengan pasal berlapis. Dakwaan primer adalah pasal 17 UU RI No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), dan subsidair adalah pasal 88 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Adapun ancaman hukumannya cukup berat, yakni 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 600 juta,” tuturnya.

Diuraikan, terdakwa membuka bisnis esek-esek itu melalui jejaring sosial di Facebook dengan panggilan ‘Papi Darma’.

Dia memakai akun jejaring sosial dengan nama grup ‘area bisa pakai (bispak), bisa bayar (bisyar). Di situ banyak gambar perempuan di bawah umur siap diajak berkencan atau berhubungan suami istri.

Usai dakwaan dibacakan, majelis hakim sempat menawarkan kuasa hukum kepada terdakwa, namun ditolaknya. Terdakwa terlihat pasrah dan memilih membela dirinya sendiri. Karena memilih menerima dakwaan dan tak mengajukan eksepsi, sidang berikutnya langsung masuk agenda keterangan saksi.

Untuk diketahui, perbuatan terdakwa dilakukan pada 7 Mei lalu di salah satu restoran cepat saji di Jl Basuki Rakhmat Surabaya.

Terdakwa menawarkan kepada saksi Rizal Zomli melalui BBM bahwa dia bisa menyediakan wanita panggilan yang akhirnya disetujui oleh saksi.

Dengan mengajak RA (16) (saksi yang di-booking), dia akhirnya dipertemukan dengan Rizal Zomli oleh terdakwa. Akhirnya disepakati harga RA untuk sekali kencan adalah Rp 450 ribu dengan rincian, terdakwa mendapat bagian Rp 50 ribu. Oleh saksi, terdakwa diberi lagi Rp 250 ribu, sehingga totalnya terdakwa mendapat Rp 300 ribu.

Pada hari Jumat (2/5/2014), saksi kembali meminta agar terdakwa memanggil RA untuk kembali di-booking dan dibawa ke Pacet Mojokerto.

Dari hasil penyidikan terungkap, untuk sekali transaksi, terdakwa mematok harga sekitar Rp 500.000. Tarif itu sudah termasuk jasa cabul dan komisi bagi terdakwa.